Senin, 04 Mei 2015

Kisah Sukses Usaha Perternakan Ayam Dari Sarjana Kampung


Seorang sarjana dari kampung akan membagikan kisah sukses usaha peternakan yaitu Suparto. Suparto tidak hanya sukses dalam berbisnis tapi juga sukses dalam membangun desanya. Suparto adalah sarjana kedokteran hewan dari Universitas Airlangga di Surabaya. Suparto mengubah desa yang miskin jadi desa peternakan makmur.

Kisah Sukses Usaha Peternakan Ayam Petelur

Modal awal yang ia gunakan sebesar 25 juta rupiah untuk memulai peternakan ayam petelur tahun 2001. Pada awalnya ia mendapat cemoohan dari warga desa karena jauh-jauh kuliah dengan biaya jutaan hanya memelihara ayam. Tapi ia tetap kuat dengan pendiriannya, ejekan para tetangga dianggap sebagai tantangan. Dengan kerja kerasnya pun ia dapat membuktikan keberhasilannya. Dalam satu tahun dapat menunjukkan usaha ternak ayam memang menghasilkan keuntungan.

Tahun 2002 para tetangga mulai melirik usaha peternakan ayam kampung dan Suparto pun tak sungkan untuk mengajari cara beternak dan menjual telur melalui sistem koperasi. Tahun 2008 jumlah ayam petelur di desanya sampai 150 ribu ekor ayam.

Tahun 2008 mengikuti program yang diadakan oleh Ditjen peternakan yaitu Sarjana Membangun Desa dan dinyatakan lulus. Kemudian mendapatkan hibah bersyarat sebesar 363 juta rupiah untuk mengembangkan sapi potong di kampungnya. Modal awalnya 37 sapi dan mengajak warga desa untuk bergabung Kelompok Tani Ternak di desanya.

Mulai Mengenalkan Tekonologi Pada Warga

Dulu warga tidak pernah berpikir memanfaatkan limbah ternak menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan. Setelah Suparto mengenalkan teknologi yang dapat mengubah urine sapi jadi pupuk cair dan kotoran sapi menjadi biogas dan kompos.

Kisah sukses usaha peternakan ayam Suparto juga mengenalkan teknologi yang dapat mengubah jerami menjadi silasale yaitu makanan yang lebig bergizi untuk pakan sapi melalui fermentasi. Suparto juga mengenalkan sistem kandang pada warga yang dibagi dalam tujuh kelompok. Satu kelompok terdiri 20 orang dan giliran merawat ternak sapi. Setelah 2 tahun mengikuti Sarjana Membangun Desa jumlah sapi meningkat sampai 215 ekor. Aset terakhir sekitar 1,5 miliar rupiah.

Demikianlah kisah sukses usaha peternakan ayam petelur oleh Suparto yang awalnya dihina oleh para tetangganya dan saat ini para tetangga juga ikut merasakan kesuksesannya.

0 komentar:

Posting Komentar